Senin, 06 Februari 2012

Tujuan Pendidikan dan Pelatihan


Dalam kegiatan pendidikan dan latihan, masing-masing organi-sasi mempunyai tujuan tertentu, antara lain:
a.      Mempersiapkan karyawan untuk promosi
Pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan memungkin-kan karyawan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam pekerjaan berikutnya yang menuntut tugas dan tanggungjawab yang lebih besar. Karyawan yang dikembangkan dan dipromosikan dengan dibekali dengan pendidikan dan latihan, diharapkan memiliki kualitas seperti yang diharapkan oleh organisasi.
b.      Memperbaiki kinerja
Adanya program pendidikan dan pelatihan, menambah pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang ada pada karyawan, sehingga karyawan dapat memiliki dan memperbaiki kinerja yang selama ini belum optimal, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja yang ada kearah yang baik.
c.       Mengikuti perkembangan teknologi
Perkembangan teknologi dalam masa sekarang sangatlaah cepat. Pemanfaatan teknologi perhubungan dengan efisiensi kerja darri organisasi. Apabila dapat selalu mengikuti perkembangan tek-nologi dan memanfaatkan teknologi tersebut, maka organisasi akan lebih dapat bersaing, karena mampunyai karyawan yang menguasai teknologi, sehingga efisiensi kerja dapat lakukan disetiap unit kerja.
Dalam kegiatan pendidikan dan latihan, ada banyak sekali manfaat-manfaat yang dapat diambil oleh organisasi, antara lain: a) meningkatkan motivasi dan kemampuan kerja karyawan, b) Meningkatkan produk/prestasi kerja karyawan, c) meningkatkan loyalitas dan kerjasama yang menguntungkan, d) mengurangi ketakutan menghadapi tugas-tugas baru di masa yang akan datang, e) memperlancar komunikasi sehingga lebih efektif, f) Adanya persepsi yang sama terhadap tugas-tugas yang harus diselesaikan dan g) meningkatkan kedisiplinan karyawan terhadap peraturan atau kebiasaan yang bersifat normatif.
Di dalam pengembangan sumber daya manusia, ada metode-metode tertentu dalam pelaksanaan latihan. Pada kegiatan pen-didikan dan latihan dikenal adanya dua metode yaitu on the job training dan off the job training. Metode on the job training adalah metode pendidikan dan latihan yang dilaksanakan ditempat kerja sesungguhnya. Ada beberapa kebaikan dan kelemahan dari metode ini, Kebaikannya adalah:
1.      Pekerjaan yang dilakukan adalah pekerjaan sesungguh-nya.
2.      Pelatihan dibimbing langsung oleh karyawan yang lebih senior dan mestinya lebih berpengalaman.
3.      Tidak perlu fasilitas khusus karena pelatihanya ditempat kerja sesungguhnya.
4.      Tidak menyita waktu yang banyak dan biaya relatif rendah.
Sedangkan kelemahanya kemampuan karyawan yang baik belum tentu dapat sebagai pembimbing yang baik pula, karyawan senior mungkin tidak dapat sepenuhnya dalam membimbing, karena terbentur pada pekerjaannya dan apabila karyawan senior tidak mempunyai motivasi  yang tinggi, maka dalam pembimbingan kurang dapat maksimal.
Metode off the job training adalah metode dalm pendidikan dan latihan yang dilaksanakan dalam lokasi yang berbeda. Kelebihan metode ini yaitu pelatih yang ada biasanya seseorang yang lebih professional, memberikan wawasan tambahan bagi karyawan tentang sesuatu yang baru, di samping materi yang disajikan dalam program pelatihan dan pengawasan dan hasil dari proses pelatihan dapat segera diketahui karena pelatihan dilakukan dalam kelompok.
Adapun kelemahannya adalah materi-materi yang diberikan biasanya bersifat teoritis dan nilai prakteknya berkurang dan kurang kesesuaian antara kebutuhan materi denggan keadaan sesungguhnya. Ada berbagai macam metode pendidikan dan pelatihan. Metode tersebut adalah sebagai berikut:
1.      Metode latihan bagi karyawan non managerial yaitu: a) On the job method (dalam pekerjaan) di dalamnya termasuk On the job training dan Appreticeship (magang), b) Off the job method (di luar pekerjaan), didalamnya adalah Vestibule School atau di luar daerah kerja sesungguhnya dan kursus-kursus
2.      Metode latihan bagi karyawan managerial yaitu On the job method (dalam pekerjaan) didalamnya adalah belajar dari pengalaman, Coaling, Understudy (magang), Potision Rotasion/ tour of duty, proyek khusus dan task force, penguasaan dalam bentuk panitia, bacaan selektif, dan Off the job method (di luar pekerjaan), didalamnya termasuk kursus-kursus, role playing, Simulasi, sensivity training, latihan, special meeting, dan multiple management.
Dalam pengembangan sumber daya manusia dengan cara latihan harus diperhatikan mengenai prinsip-prinsip yang ada dalam latihan. Hal ini sebagai pedoman dalam proses perubahan kete-rampilan, pengetahuan dan sikap para karyawan. Adapun pedoman-pedoman tersebut antara lain:
1.      Motivasi
Seorang karyawan akan lebih tekun dan cepat mempelajari suatu pengetahun maupun ketrampilan yang baru, apabila karyawan tersebut mempunyai motivasi yang tinggi. Dorongan atau motivasi yang tinggi akan membuat karyawan dalam melaksanakan latihan dengan semangat yang tinggi pula. Dengan demikian proses pencapaian tujuan organisasi yang telah ditentukan akan semakin berjalan lancar.
2.      Laporan Kemajuan
Setiap melakukan suatu kegiatan, seharusnya dibuatkan suatu laporan. Hal ini dimaksudkan agar kegiatan yang dilaksana-kan (termasuk latihan) dapat diawasi dan diketahui seberapa jauh hasil yang belum dicapai. Dengan adanya laporan kemajuan, maka pimpinan dapat mengambil suatu policy (kebijakan) dalam rangka pecapaian tujuan.
3.      Reinforcement
Proses belajar dalam pelaksanaan latihan pengembangaan sumber daya manusia perlu adanya hadiah ataupun hukuman. Tujuannya pemberian hadiah ataupun hukuman tersebut harus dikaitkan dengan kemajuan dari karyawan. Apabila karyawan memang betul-betul berasal sudah selayaknyalah diberi hukuman yang sesuai dengan peraturan yang berlaku. Begitu pula apabila karyawan membuat suatu prestasi harrus diberi penghargaan baik itu penghargaan moril maupun penghargaan yang berupa material.
4.      Praktek
Ada pepatah teori tanpa praktek adalah tak berguna dan praktek tanpa teori adalah bohong. Hal ini juga berlaku dalam pengembangan sumber daya manusia khususnya para karyawan. Apabila setelah mendapatkan teori-teori latihan, untuk lebih memantapkan dan membuktikan teori tersebut harus diperguna-kan praktek. Tujuannya agar para karyawan hanya tidak hanya membayangkan teori-teori tersebut, tapi dapat dibukktikan secara nyata.
5.      Perbedaan Individual
Tiap karyawan mempunyai sifat, sikap serta kemampuan yang berbeda-beda. Meskipun dalam kelompok biasanya latihan dapat segera dicerna dan dilaksanakan dengan baik. Namun harus diingat bahwa perbedaan individu juga berperan. Per-bedaan individu harus diperhatikan dengan seksama agar nantinya tidak akan menghambat dalam kegiatan. Pelaksanan latihan harus juga disesuaikan dengan keanekaragaman per-bedaan individu, meski-pun akhirnya secara bersama-sama berusaha mencapai tujuan.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam Pendidikan dan Latihan antara lain:
a.      Tujuan pelatihan; dalam merencanakan pendidikan dan latihan, hal pertama yang harus diperhatikan adalah penentuan tujuan. Adanya tujuan Pendidikan dan latihan membuat kegiatannya dapat terarah, apakah pendidikan dan latihan tersebut bertujuan peningkatan pengetahuan, keterampilan atau ada tujuan lain.
b.      Manfaat pelatihan; setiap pelaksanaan kegiatan diharapkan dapat membawa manfaat, baik untuk individu maupun untuk organisasi. Adanya manfaat bagi individu menjadikan orang termotivasi untuk selalu meningkatkan kualitas sumber dayanya.
c.       Isi/materi pelatihan; materi yang diberikan kepada peserta pendidikan dan latihan harus disesuaikan dengan tujuan. Apabila tujuannya adalah peningkatan keterampilan, mestinya materi yang diberikan akan lebih banyak bersifat praktek.
d.      Waktu dan tempat pelatihan dilaksanakan; pelaksanaan pen-didikan dan latihan harus memperhitungkan waktu, karena ada-nya pengaturan waktu yang tepat, maka tidak ada jam efektif yang terbuang. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan rotasi pendidikan dan latihan. Selain waktu, tempat juga menentukan berhasil dan tidaknya pendidikan dan latihan. Tempat yang tepat, sesuai dengan metode dan tujuan, akan mendukung bagi ter-capainya pelaksanaan pendidikan dan latihan yang tepat.
e.      Pelatih dan karyawan yang akan dilatih; pelatih dan karyawan merupakan faktor utama terselenggaranya pendidikan dan latihan. Meskipun sarana dan prasarana memadai, kalau tidak ada pelatih dan karyawan, maka tidak akan terjadi pendidikan dan latihan. Pelatih adalah seseorang yang menyampaikan materi pendidikan dan latihan sesuai tujuan, sedangakan karyawan adalah orang yang menerima pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan.
f.       Biaya yang dibutuhkan dalam pelatihan; kegiatan tanpa dana ibarat sawah tanpa air”, maksudnya kegiatan tanpa adanya biaya, maka tidak akan menghasilkan yang maksimal. Hal ini disebab-kan semua aktivitas selalu membutuhkan dana, betapa pun kecil.  
g.      Metode pelatihan yang dipakai; pelaksanaan pendidikan dan latihan harus menggunakan metode yang tepat, hal ini disebab-kan ketepatan metode akan sangat berpengaruh terhadap hasil pendidikan dan latihan yang dijalankan. Situasi dan kondisi pendidikan dan latihan harus diperhitungkan, sehingga pene-rapan metode dapat disesuaikan.
h.      Fasilitas yang diperlukan dalam pelatihan; faktor terakhir yang harus dipertimbangkan juga adalah fasilitas yang ada. Fasilitas yang dimaksudkan di sini adalah fasilitas yang mendukung kegiatan, misalnya fasilitas penginapan, makan dan sebagainya.
Pendidikan dan latihan yang baik dapat diketahui dari ciri-ciri yang ada. Ada beberapa ciri-ciri pendidikan dan latihan yang baik, antara lain dapat meningkatkan pembelajaran pribadi karyawan, memberikan pengetahuan, keterampilan dan perubahan sikap yang positif pada karyawan, melibatkan seperangkat metode pem-belajaran, melibatkan pelatih yang profesional dibidangnya dan tersedianya sarana dan prasarana yang memadai. ***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar