Rabu, 21 Oktober 2015

Media Pembelajaran: Gambar Seri


1.  Pengertian Gambar Seri
Wright mendefinisikan media gambar seri sebagai urutan gambar yang mengikuti suatu percakapan dalam hal memperkenalkan atau menyajikan arti yang terdapat pada gambar dan memberikan latar belakang yang dapat dipercaya. Media ini dapat memberikan aksi disusun dalam satu seri yang menghasilkan suatu percakapan atau cerita.[1]
Gambar seri biasa disebut dengan istilah gambar bersambung. Media gambar seri merupakan media grafis yang digunakan untuk menerangkan suatu rangkaian perkembangan, sebab setiap seri media gambar bersambung dan selalu terdiri dari sejumlah gambar.[2] Gambar-gambar tersebut membentuk suatu cerita apabila gambar-gambar dipadukan dan diurutkan secara sistematis sehingga menjadi urutan cerita yang bermakna dan memiliki arti.[3]
Gambar seri merupakan kumpulan gambar yang menunjuk satu peristiwa yang utuh. Gambar tersebut bisa dalam bentuk kartu yang terpisah atau dalam satu lembaran yang utuh. Cara menggunakannya bisa satu-satu atau sekaligus ditunjukkan kepada siswa, tergantung materi yang akan disampaikan.[4]
2.  Kelemahan dan Kelebihan Media Gambar Seri
Media pembelajaran, salah satunya media gambar seri sangat membantu guru dalam mencapai tujuan intruksional, karena gambar seri termasuk media yang mudah dan murah serta besar artinya untuk mempertinggi nilai pengajaran. Salah satu kelebihan media gambar seri yaitu mampu memunculkan daya imajinasi dan kreativitas siswa dalam mengembangkan ide yang dimilikinya berdasarkan rangkaian gambar seri yang digunakan, sedangkan kelemahan media gambar seri yaitu hanya mengandalkan indera visual semata.[5] Kelebihan dan kelemahan media gambar secara umum yaitu:
Kelebihan media gambar diantaranya:[6]
a. Sifatnya konkrit, gambar lebih realistis menunjukkan pokok masalah dibandingkan dengan media verbal semata.
b.  Gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu, sehingga media gambar dapat dibawa ke dalam kelas.
c.  Media gambar dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita.
d. Memperjelas suatu masalah dalam bidang apa saja dan untuk tingkat usia berapa saja, sehingga dapat mencegah atau membetulkan kesalahfahaman.
e. Harganya murah dan mudah didapat serta mudah digunakan, tanpa memerlukan peralatan khusus.
Kelemahan media gambar diantaranya:[7]
1)  Gambar hanya menekankan persepsi indera mata.
2)  Gambar benda yang terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran.
3)  Media gambar mempunyai ukuran yang sangat terbatas untuk kelompok besar.
3.  Syarat-Syarat Memilih Media Gambar Seri
Memperhatikan kecocokan media yang akan digunakan dari sudut kemampuan media untuk menyampaikan komunikasi yang diinginkan merupakan salah satu pertimbangan dalam memilih media pembelajaran. Supaya media gambar seri mencapai tujuan yang maksimal sebagai alat visual, maka gambar itu harus dipilih menurut syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat tersebut adalah:
a.  Sesuai dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.
b.  Gambar harus autentik, artinya menggambarkan situasi yang serupa jika dilihat dalam keadaan sebenarnya.
c.  Sederhana, sehingga tampak poin-poin pokoknya.
d.  Gambar mengandung unsur artistik, yang meliputi komposisi, pewarnaan, teknik.
e.  Gambar sebaiknya mengandung unsur gerak atau perbuatan, gambar yang tidak menunjukkan objek dalam keadaan diam tetapi memperlihatkan aktivitas tertentu.
f.  Memudahkan pencapaian tujuan tidak harus bagus, sebagai media yang baik, gambar hendaklah bagus dari sudut seni dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.[8]
Basyiruddin Usman dan Asnawir memberikan petunjuk dalam hal pemilihan gambar, salah satunya yaitu media gambar seri yakni sebagai berikut:
a.  Keaslian gambar, sumber yang digunakan hendaklah menunjukkan keaslian atas situasi yang sederhana.
b.  Kesederhanaan, terutama dalam menentukan warna akan menimbulkan kesan tertentu, mempunyai nilai estesis secara murni dan mengandung nilai praktis.
c.  Bentuk item, diusahakan agar anak memperoleh tanggapan yang tepat tentang objek-objek dalam gambar.
d.  Gambar yang digunakan hendaklah menunjukkan hal sedang dibicarakan atau yang sedang dilakukan.
e. Harus diperhatikan nilai fotografinya, biasanya anak-anak memusatkan perhatian pada sumber-sumber yang lebih menarik.
f.  Segi artistik juga perlu diperhatikan, penggunaannya harus disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai.[9]
4.  Manfaat Media Gambar Seri
Berdasarkan klasifikasi media ditinjau dari berbagai segi di atas, gambar selalu mendapatkan nomor urutan depan, meski bukan terdepan. Hal itu menunjukkan bahwa media gambar adalah media yang cukup mudah baik dari segi pembuatan maupun penggunannya, selain itu juga memiliki peranan yang cukup penting dalam proses mudahnya penyampaian pembelajaran, salah satunya yaitu gambar seri.



[1]Alfarisma Melandika, Pengaruh Media Gambar Seri Terhadap Keterampilan
Berbicara Siswa Kelas VII SMPN I Gondang Nganjuk, (Malang: Skripsi tidak diterbitkan, 2007), hal. 30
[2]Ahmad Rohani, Media Instruksional Edukatif, (Jakarta: Rineka Cipta, 1997), hal. 21
[3]Sudarmawati, et. all., Fokus “Bahasa Indonesia untuk SD/MI kelas III semester II”, (Solo: Sindunata, 2011), hal. 52
[4]Abdul Wahab Rosyidi, Media Pembelajaran Bahasa Arab, (Malang: UIN Malang Press, 2009), hal. 64
[6]Arif S. Sadiman, et. all., Media Pendidikan…, hal. 29-31
[7]Ibid
[8]Mohammad Muarifin, et. all., Media Pembelajaran, (Kediri: Diktat tidak Diterbitkan, 2005), hal. 39
[9]M. Basyirudin Usman dan Asnawir, Media…, hal. 49

Sound Government

Konsep  Sound Governance  berkaitan dengan reformasi birokrasi telah dikemukakan oleh Farazmand (2004). Dalam konteks  Sound Governance,  r...